NGAWI | Trensatu – Kebakaran hebat terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ngawi, Jawa Timur, Jumat (14/8/2026) sore. Api membakar bangunan aula yang berada di bagian belakang kompleks lapas dan sempat menimbulkan kepulan asap tebal yang terlihat dari kawasan sekitar.

 

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.45 WIB. Lokasi lapas yang berada tepat di depan Alun-alun Ngawi membuat kepulan asap dan kobaran api sempat menarik perhatian warga serta pengguna jalan di sekitar lokasi.

 

Berdasarkan informasi sementara, api membakar bagian aula yang digunakan untuk aktivitas warga binaan, termasuk kegiatan pembuatan furnitur. Sejumlah warga binaan yang berada di area tersebut langsung dievakuasi dan dipindahkan ke blok hunian di bagian depan lapas sebagai langkah antisipasi.

 

Petugas gabungan kemudian bergerak cepat melakukan pemadaman. Dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pemerintah Kabupaten Ngawi dan Kodim 0805 Ngawi diterjunkan ke lokasi.

 

Selain petugas pemadam kebakaran, personel TNI-Polri, Yon Armed, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi turut membantu proses penanganan. Sejumlah personel juga dikerahkan untuk mengatur lalu lintas di sekitar lokasi agar proses pemadaman dapat berlangsung dengan aman.

 

Dandim 0805 Ngawi Letkol Arh Setu Wibowo mengatakan, sebelum kendaraan pemadam tiba, petugas gabungan sempat melakukan upaya pemadaman menggunakan peralatan dan air seadanya.

 

“Kita kerahkan petugas gabungan untuk mengatur lalu lintas juga membantu pemadaman dengan air seadanya. Bagian bawah berhasil kita kuasai, namun bagian atas harus menggunakan damkar,” kata Setu.

 

Sementara itu, Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban Lapas Kelas IIB Ngawi, Suwarno, memastikan kobaran api tidak sampai menjalar ke blok hunian warga binaan.

 

“Yang terbakar ruang aula. Warga binaan kita pindahkan. Api diduga dari penampungan sampah di lapas. Semua penghuni napi selamat,” ujar Suwarno.

 

Sebanyak 305 warga binaan yang berada di Lapas Kelas IIB Ngawi dipastikan dalam kondisi selamat.

 

Pemindahan warga binaan dilakukan karena bangunan aula yang terbakar digunakan untuk aktivitas mereka dan lokasinya berada di bagian belakang kompleks lapas. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan api maupun asap membahayakan warga binaan.

 

Proses pemadaman berlangsung sekitar dua jam. Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak terdapat bara maupun titik panas yang dapat memicu kebakaran kembali.

 

Informasi sementara menyebutkan sumber api diduga berasal dari bak penampungan sampah yang berada di belakang gedung aula.

 

Namun, dugaan tersebut belum dapat dijadikan sebagai kesimpulan mengenai penyebab kebakaran. Petugas terkait masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui secara pasti sumber dan penyebab munculnya api.

 

Selain penyebab kebakaran, pemeriksaan juga diperlukan untuk mengetahui kondisi bangunan aula serta menghitung kerugian material akibat kejadian tersebut.

 

Hingga Jumat sore, petugas gabungan masih melakukan pemantauan dan pendinginan di sekitar lokasi. Area bangunan yang terbakar juga masih dalam penanganan untuk memastikan kondisi benar-benar aman.

 

Peristiwa kebakaran di lingkungan lapas menjadi perhatian karena menyangkut keselamatan warga binaan, petugas, serta masyarakat yang berada di sekitar kawasan tersebut. Respons cepat melalui evakuasi dan pengerahan petugas gabungan menjadi langkah penting untuk mencegah api meluas ke blok hunian maupun bangunan lainnya.