Trensatu – Ruas Jalan Padas–Tambakromo kini menawarkan dua wajah yang berbeda. Di siang hari, hamparan jalan beton memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan. Namun ketika malam tiba, suasananya berubah drastis. Sepanjang kurang lebih dua kilometer, ruas jalan tersebut minim bahkan nyaris tanpa penerangan jalan umum, sehingga pengendara hanya mengandalkan sorot lampu kendaraannya untuk menembus gelapnya malam.

 

Kondisi itu mendapat sorotan dari M. Fauzan, Aktivis Gempur DPD Jawa Timur. Menurutnya, pembangunan infrastruktur semestinya tidak hanya berhenti pada penyelesaian fisik jalan, tetapi juga memastikan aspek keselamatan pengguna jalan melalui penyediaan penerangan yang memadai.

 

“Kalau siang, masyarakat menikmati jalan yang mulus. Tapi saat malam, yang diuji justru keberanian pengendara. Ini ironi. Jalan sudah dibangun dengan baik, namun penerangan yang menjadi penunjang keselamatan belum terlihat. Padahal ruas ini bukan kawasan pelosok,” ujar Fauzan, Rabu (5/8/2026).

 

Menurutnya, penerangan jalan memiliki fungsi vital untuk meningkatkan jarak pandang pengendara, membantu mengantisipasi potensi bahaya di depan, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melintas pada malam hari.

 

“Jangan sampai pembangunan hanya diukur dari panjang jalan yang selesai dicor. Infrastruktur yang baik juga harus mampu memberikan rasa aman. Jalan tanpa penerangan berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan karena pengendara sulit melihat kondisi di depan secara optimal,” katanya.

 

Fauzan berharap pemerintah daerah menjadikan keberadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan infrastruktur jalan. Menurutnya, penyediaan lampu jalan bukan sekadar pelengkap, melainkan investasi keselamatan bagi masyarakat.

 

“Harapan masyarakat sederhana, jalan yang sudah dibangun dapat digunakan dengan aman kapan pun, baik siang maupun malam. Jangan sampai yang lebih dulu menyambut pengguna jalan saat malam bukan cahaya lampu, melainkan gelap yang memaksa setiap pengendara meningkatkan kewaspadaan,” pungkasnya.